Senin (28/1), Sekitar pkl 15.30 wib
Masuk telepon dari pak bos,
“Gimana liputan pemakaman pak Harto ? Gimana respon warga ? Apa saja materi berita yg disiapkan ?”
Meja Redaksi,
“Tim liputan sudah dalam perjalanan pulang dari Solo, berita soal pengibaran bendera setengah tiang sudah siap, ada juga liputan soal warga yg menggelar shalat Gaib utk pak Harto, plus wawancara dengan eks tapol (tahanan politik thn ‘65, red) yg mengaku tetap belum bisa memaafkan pak Harto.”
Pak Bos lagi,
“Tapol tak maafkan pak Harto ??, berita macam apa itu, bikin saja porsinya yg kecil, orangnya sudah meninggal kok masih dibuat gitu..dst..”
Meja Redaksi,
*langsung gelagepan buru-buru merubah naskah berita dan rundown*
(Susahnya memberitakan pak Harto secara proporsional dan berimbang…)
wkakakakk..
judul postingannya bukan gini ya?
“Susahnya punya bos sensitif..”
Oleh: tikabangetâ„¢ on Januari 30, 2008
at 4:16 am
wah curang!
Oleh: mykatherine on Januari 30, 2008
at 10:21 am
@ jeng tika
iya nih, pak bos lg sensitif, lg “dapet” kali..hihihi..
@ mykatherine
siapa yg curang mbak ??
Oleh: indrapendent on Januari 31, 2008
at 6:53 am
curang!
Bgt meninggal, smua dosanya diampuni!
mulai dari korupsi hingga pelanggaran HAM.
Tips bwt para pejabat yg mau korupsi:
Klo mo korupsi, lebih baik menjelang usia senja. Bakal diampuni kok ama KPK… hihi
Oleh: Katherine Arta on Februari 7, 2008
at 1:49 pm
penting ga penting sih,…. tapi kan dengan meninggalnya beliau, kita bisa live dengan benar – benar mendadak, tengah hari pula,.. hehehehe
Oleh: ditadhanny on Februari 27, 2008
at 6:35 am