malam minggu di kantor
berteman gmail korespondenjateng
yahoo birosemarang
mas beno+mas timur+lupa namanya
3 botol congyang+kacang kulit dalam plastik
friendster monica sinaga
sms dewi
……………
(tak sabar rasanya menunggu waktu pulang)
malam minggu di kantor
berteman gmail korespondenjateng
yahoo birosemarang
mas beno+mas timur+lupa namanya
3 botol congyang+kacang kulit dalam plastik
friendster monica sinaga
sms dewi
……………
(tak sabar rasanya menunggu waktu pulang)
Ditulis dalam keseharian
Berita soal susu formula dan makanan bayi yang mengandung bakteri itu sudah meresahkan banyak orang. Tak terkecuali aku yang masih seneng2nya bermain dengan anakku yang baru berusia 9 bulan.
Payahnya lagi, sudah tahu masyarakat panik, pemerintah, Balai POM bahkan pihak IPB yang merilis hasil penelitian ini. tak segera berupaya menenangkan masyarakat dan sempat justru saling tuding.
Yang bikin jengkel lagi, saat membaca tulisan salah seorang praktisi kesehatan di kolom opini sebuah harian nasional beberapa hari yang lalu. Ia menyatakan kita tidak bisa terlalu menyalahkan pihak produsen, karena ada kecenderungan masyarakat kita yang menyukai hal-hal yang berbau instan lebih tertarik pada warna dan tampilan produk yang menarik serta harga yang lebih murah daripada pertimbangan dari segi kualitas dan kesehatan. Khusus untuk konteks susu ini, rasa2nya pendapat itu kurang pas. Dengan mahalnya harga susu formula saat ini, konsumen (termasuk saya…) tentu akan membeli susu yang harganya relatif lebih murah. Itupun jika dihitung2, anggaran untuk membeli susu formula ini sudah cukup menguras isi kantung dan gaji bulanan.
Yang lebih ironis lagi, sebagai bentuk sikap protes mereka terhadap pemerintah yang diangap membiarkan susu formula dan makanan bayi yang mengandung bakteri ini beredar di pasaran, para ibu di Jakarta malah membuang berkotak-kotak susu formula. Mereka mungkin lupa karena emosi sesaat, bahwa masih banyak balita yang membutuhkan susu formula karena ketidakmampuan daya beli orangtuanya maupun bencana…..
Ditulis dalam berita, tulisan bebas | Tag:susu formula mengandung bakteri
Senin (28/1), Sekitar pkl 15.30 wib
Masuk telepon dari pak bos,
“Gimana liputan pemakaman pak Harto ? Gimana respon warga ? Apa saja materi berita yg disiapkan ?”
Meja Redaksi,
“Tim liputan sudah dalam perjalanan pulang dari Solo, berita soal pengibaran bendera setengah tiang sudah siap, ada juga liputan soal warga yg menggelar shalat Gaib utk pak Harto, plus wawancara dengan eks tapol (tahanan politik thn ‘65, red) yg mengaku tetap belum bisa memaafkan pak Harto.”
Pak Bos lagi,
“Tapol tak maafkan pak Harto ??, berita macam apa itu, bikin saja porsinya yg kecil, orangnya sudah meninggal kok masih dibuat gitu..dst..”
Meja Redaksi,
*langsung gelagepan buru-buru merubah naskah berita dan rundown*
(Susahnya memberitakan pak Harto secara proporsional dan berimbang…)
Saat ikut komentar di salah satu tulisan selebblog tika soal wartawan yg bikin merah kuping kejaksaan, saya jadi inget salah satu jaksa di kejati jateng yg “dibuang” ke kejari antah berantah karena “bikin merah” kuping kejaksaan yg notabene institusinya sendiri. Sang seleb minta saya menghadirkan kisahnya. Waktu itu cukup susah untuk melacak kembali beritanya. Lha kok ndilalah..berita ini muncul di harian Suara Merdeka, Senin (17/12). Jadi silakan dibaca sendiri cuplikannya dibawah ini…
PEristiwa Ulang Tahun Ke-77 Satjipto Rahardjo (2-Habis)
Sebagai Idola dan Guru IdeologiJAUH-JAUH dari dari Luwuk, Sulawesi Tengah, Dr Yudi Kristiana SH MHum ke Semarang, hanya untuk menghadiri ulang tahun Prof Tjip, yang dirayakan di Gedung Pascasarjana Undip, Sabtu (15/12) lalu.
Lulusan Magister Ilmu Hukum Konsentrasi Sistem Peradilan Pidana (2001) dan Program Doktor Ilmu Hukum (2007) Universitas Diponegoro itu, tak ingin ketinggalan memeriahkan hari kelahiran Satjipto.
Bagi Yudi, Prof Tjip adalah idola, sekaligus guru ideologinya. Bagi sang profesor pencetus hukum progresif itu, Yudi adalah (salah satu) golden man-nya Undip, namun ”neraka”-nya kejaksaan.
Yudi nampaknya memang mendapat tempat tersendiri di hati guru besar tersebut. Kepada rekan-rekannya (para guru besar Undip), dia pernah berkata,” Undip patut berbangga memiliki doktor seperti Yudi ini. Saya salut dengan keberaniannya. Kalau mantan jaksa mengkritik kejaksaan, itu biasa, namun dia ini jaksa aktif, tetapi berani membongkar ‘celana dalam’ institusinya yang sangat dicintainya.”
Di antara sekian banyak lulusan, nama Yudi Kristiana belakangan, dalam berbagai kesempatan, memang kerap disebut-sebut Prof Tjip. Misalnya anak brilian dan pemberani, namun disia-siakan penguasa sistem lantaran demen ‘menakali’ model birokrasi kejaksaan yang sekarang ini.
Pun di hadapan hadirin yang datang dalam peringatan ultahnya ke-77, nama Yudi kembali dia sebut-sebut. Saat memaparkan ”Konsep dan Karakteristik Hukum Progresif”, dia menuturkan,”Dr Yudi yang duduk di belakang itu, seorang jaksa yang cerdas, namun karena berani coba-coba melawan kultur birokrasi kejaksaan yang sekarang ini, kariernya menjadi tidak baik. Ia ‘dibuang’ ke Luwuk.”
Guru Besar Sosiologi Hukum Undip yang di kala mudanya pernah jadi penyiar RRI itu menyambung,”Jadi progresif itu tak mudah, bukan tanpa risiko. Risikonya bisa kayak Dr Yudi itu. Coba bayangkan, doktor kok ditaruh di ndesa. Luwuknya itu sudah terpencil, masih masuk lagi di Kecamatan Pagimana, tambah ndesa lagi.”
Yang punya nama nampak malu-malu, saat disebut-sebut Satjipto. Kepada Suara Merdeka, Yudi mengaku, hal lain yang menggairahkan dirinya datang ke acara ultah Prof Tjip adalah adanya informasi, Jaksa Agung Hendarman Supanji akan hadir sebagai salah satu pembicara seminar nasional ”Hukum Progresif Ke-1”. Seminar itu adalah kado ulang tahun untuk Prof Tjip dari sivitas Undip dan Universitas Trisakti Jakarta.
“Saya ingin ‘kelahi’ sama dia (Jaksa Agung) soal konsep pembaharuan kejaksaan. Sayang dia nggak hadir. Kalau saja ada forum diskusi yang mau mempertemukan saya sama dia (Hendarman), pasti rame,” ujar pria kelahiran Karanganyar 1971 itu.
Bukan Agresif
Yudi Kristiana adalah sarjana lulusan FH Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (1995). Tahun 2002 menjadi Kasubsi Korupsi Seksi Penyidikan pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Selama berprofesi sebagai jaksa, ia menempuh pendidikan S2 dan S3 di Undip.
Dia sempat menelurkan beberapa buku tema-tema korupsi yang diterbitkan PT Citra Aditya Bhakti Bandung dan BP Undip. Ayah dua anak ini selanjutnya ‘dibuang’ menjadi Kepala Cabang Kejari Luwuk, Pagimana, Sulteng, saat masih menempuh studi pendidikan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, tahun 2005.
Di usianya yang ke-35 tahun, ia meraih gelar doktor. Disertasinya yang berjudul ”Rekonstruksi Birokrasi Kejaksaan dengan Pendekatan Hukum Progresif: Studi Penyelidikan, Penyidikan, dan Penuntutan Tindak Pidana Korupsi” meraih cumlaude dari para guru besar Undip, 30 April 2007.
……….
Coba kalau Indonesia masih dipimpin duet Soekarno-Hatta,
Mungkin semangat GANEFO versi ekonomi seperti yg dilakukan negara-negara kawasan ini bisa berdiri di Asia…
(nyuplik lg dari Kompas Cyber Media
)
Bank Dunia dan IMF Dapat Saingan
BUENOS AIRES,MINGGU - Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mendapat saingan, setelah enam Presiden negara-negara di Kawasan Amerika Selatan, meluncurkan Bank of the South, sebagai alternatif sumber pembiayaan selain kedua lembaga keuangan dunia itu.
Presiden Argentina Nestor Kirchner, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Paraguay Nicanor Duarte, Presiden Ekuador Rafael Correa, Presiden Bolivia Evo Morales, dan Presiden Venezuela Hugo Chavez di Istna Presiden Argentina di Buenos Aires, Minggu (9/12) waktu setempat, menandatangani MoU peresmian bank tersebut. “Ibu pertiwi yes, koloni no!” teriak para pendukung Kirchner yang berkumpul di luar Istana saat penandatangan berlangsung.
Kirchner yang akan digantikan istrinya sebagai Presiden Argentina dan Chavez, mendorong inisiatif untuk membentuk bank regional pada 2006, untuk menolong kawasan itu keluar dari pengaruh negatif IMF dan Bank Dunia. “Bank itu akan menjadi faktor penentu dalam proses kebebasan rakyat kita,” kata Chavez saat tiba di Buenos Aires.
Menurutnya, memiliki sumber pembiayaan sendiri menjadi hal yang penting bagi Amerika Selatan untuk menghentikan ketergantungan dari lembaga internasional. Dia menganggap IMF adalah “kutukan” bagi kawasan itu dan mengkritik “kebijakan IMF yang menyebabkan kelaparan, penderitaan, kemiskinan dan kekerasan bagi rakyat kami.”
Menurut juru bicara pemerintah Brazil Marcelo Baumbach, lembaga baru itu akan “memainkan peran yang signifikan pada integrasi regional dan konsolidasi negara-negara di Uni Amerika Selatan. Dan Presiden Ekuador Correa mengatakan Bank Selatan akan membantu Amerika Latin menyelesaikan masalah finansialnya. “Ini langkah besar bagi integrasi Amerika Latin. Kami memiliki masa lalu yang sama, sekarang waktunya kami menuju masa depan yang sama,” kata Correa.
Bank tersebut akan mulai beroperasi pada 2008 dengan modal awal 7 miliar dolar AS. Berbasis di Caracas, Venezuela, Bank of the South akan memiliki kantor wilayah di Buenos Aires, Argentina dan La Paz, Bolivia. Setelah dibentuk, para menteri perekonomian memiliki waktu 60 hari untuk menyusun mekanisme kerja bank tersebut. Bank tersebut akan dipimpin oleh Dewan Direksi, yang terdiri atas para menteri ekonomi negara-negara anggota. “Kesepakatan itu meliputi beberapa prosedur, termasuk sistem kontribusi dan apakah perbedaan bobot ekonomi masing-masing negara akan ikut diperhitungkan,” ungkap seorang pejabat Argentina. (AFP/EDJ)
Ditulis dalam ekonomi | Tag:Bank, Bank Dunia, IMF
Nyuplik dari Kompas Cyber Media,
kira2 laku nggak ya ???
Microsoft Manfaatkan Model Bisnis Kartu Prabayar
JAKARTA, KCM – Meniru kesuksesan model bisnis kartu prabayar dalam industri telekomunikasi, Microsoft menjual software-nya dengan cara yang serupa. Mulai hari ini, pengguna komputer di Indonesia dapat menggunakan software legal Microsoft Office 2007 dengan cara berlangganan.
……….
Solusi ini menawarkan kepemilikan software lengkap untuk aplikasi kantoran dengan fitur lengkap, namun harga terjangkau. Pengguna tidak perlu membeli Microsoft Office 2007 versi full feature package (FPP) yang dijual 533 dollar AS (sekitar Rp5 juta) di awal, tetapi bisa berlangganan rata-rata 10 dollar AS perbulan.
……….
Microsoft menyediakan dua jenis paket, yakni paket yang disebut starter kit dan paket renewal kit. Starter kit berisi kartu perdana yang mengandung nomor seri yang harus dimasukkan untuk mengaktifkan software trial Microsoft Office 2007 yang terinstall di komputer sehingga seluruh fiturnya dapat diguanakan. Paket perdana dijual seharga 50 dollar AS dan pengguna dapat menggunakan software asli selama 6 bulan.Di akhir masa pakai, langganan dapat diperpanjang selama 3 bulan dengan paket isi ulang seharga 35 dollar. Dengan skema ini, jika pengguna memperpanjang dua kalai, dalam setahun dana yang dikeluarkan 120 dollar AS. Jika pengguna tidak ingin memperpanjang langganan, Microsoft Office versi trial tetap dapat digunakan dan proses perpanjangan kembali dapat dilakukan kapan saja.
Ini pas sekali buat small business yang mengerjakan project. Dia berpikir butuh untuk waktu tertentu. Ini pas sekali,” ujar Ari Kunwidodo, Direktur OEM Microsoft Indonesia. Menurutnya, model bisnis seperti itu pernah ditanyakan pelaku bisnsi di Jogja saat ia melakukan kegiatan di sana dan baru kali ini Microsoft bisa mewujudkannya.
betapa kecewanya saya ketika timnas kalah 1-2 dari Thailand di Sea Games. Ini kekecewaan untuk kesekian kalinya setelah piala asia lalu. Menyaksikan pemain-pemain, yang konon, talenta-talenta muda negeri ini ditekan kesebelasan gajah putih, membuat saya berpikir, apa bedanya tim yang sebulan berlatih di negerinya Maradona ini dengan kesebelasan-kesebelasan yang terjun di liga Indonesia. Mungkin tuntutan pendukung timnas seperti saya ini terkesan berlebihan. Apalagi melihat carut marut di tubuh PSSI dengan Nurdin Halid-nya. Namun sebagai penikmat sepakbola, saya tentu sangat berkeinginan, kalau tak boleh disebut bermimpi, melihat timnas kita berjaya. Setidaknya di level Sea Games…
Ditulis dalam sea games, sepakbola, tulisan bebas | Tag:PSSI, sepak bola, timnas
kok ya ada kebijakan seperti ini…lha wong UMK sudah ditetapkan naik saja masih banyak perusahaan yg menggaji pegawainya di bawah standar, apalagi yg 3 thn UMK-nya nggak berubah. Coba kalau gaji PNS yang dibeginikan…
Radar Madiun – Sabtu, 01 Des 2007
Tiga Tahun, UMK Tak Berubah
MAGETAN – Penetapan upah minimum kabupaten (UMK) tahun ini dinilai janggal. Pasalnya, dua tahun berturut-turut, UMK tak berubah, yakni Rp 595 ribu. Padahal, beberapa daerah lainnya di Karesidenan Madiun selalu mengalami perubahan. “Kami justru mempertanyakan kebijakan pemda, kok bisanya UMK tiga tahun selalu tetap,” ujar Zakaria, anggota Komisi I DPRD Magetan kemarin.
Diungkapkan, UMK Rp 595 ribu merupakan ketetapan pemeritah sejak tahun 2006. UMK itu diberlakukan untuk tahun 2006, 2007, dan terakhir 2088 mendatang. “Apakah selama tiga tahun ini kondisi perekonomian dan tingkat kebutuhan masyarakat tetap saja. Jangan-jangan pemkab salah menghitung indikator penetapan UMK sehingga tidak berubah,” cetus ketua Fraksi Golkar itu.
Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dharma Satriawan membenarkan kebijakan UMK yang tetap selama tiga tahun itu. Bahkan, Dharma melalui Kasubdin Tenaga Kerja Suhud mengakui jika penetapan UMK tahun 2006 lalu ada kesalahan. “Kami tidak tahu apa dasar penetapan UMK 2006 lalu. Yang pasti, UMK tersebut belum dapat terealisasi hingga kini sehingga tahun ini tidak diubah,” terang Suhud.
Lebih lanjut, Suhud menjelaskan, ada beberapa indikator untuk menetapkan UMK. Di antaranya tingkat inflasi di daerah. Saat ini, tingkat inflasi di Magetan mencapai angka sembilan persen. Sedang penambahan tenaga kerja diperkirakan sekitar 744 orang per tahun. “Salah satu indikator penetapan UMK adalah tingkat inflasi, perluasan tenaga kerja, kemampuan perusahaan, dan standar hiduk layak masyarakat,” jelas Suhud.
Suhud juga menyebut tingkat kelayakan hidup warga di Magetan berkisar Rp 677 ribu. Sedang kemampuan pengusaha untuk membayar karyawannya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. “Dari tingkat kelayakan hidup dan kemampuan pengusaha itulah, kita tetapkan UMK Rp 495 ribu,” katanya.
Masih menurut Suhud, UMK tersebut merupakan hasil kajian tim yang terdiri dari beberapa dinas. Seperti bagian perekonomian, Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta asosiasi pengusaha dan buruh di Magetan. (dhy)
06.00
bangun…becanda sm avin (oh god…his laugh make me proud to be a father) badannya msh anget setelah kmarin habis imunisasi
09.00
di kantor, trus sm faisal ke BI buat ngomongin project their surprise for the head of KBI yg mau pindah tugas ke Jakarta ( Jadi inget sosok pak Amril yg tak bisa lepas dengan sate padang-nya)
11.00
layat…sm imung ke widoharjo, markas kami selama ngabisin duwit USAID. Ibu sang pemilik rumah meninggal kamis malam. Satu jam kami ikut misa requiem, sambil ketemu dengan teman2 lama
13.00
balik kantor, buru2 ketik daftar pertanyaan buat narsum dialog hari ini, anggota KPU yang agak2 genit tapi sempat bayarin makan siang..hehehe
15.30
the deadline..lagi2 datangnya pd telat, bikin naskah amburadul, ditambah telpon2 dari pak bos nanyain laporan admin yg blm jg beres, tim studio nggak dateng2 dari BI, alhasil..take mundur satu jam dari seharusnya…(i hate this time…*#@!$…)
19.00
masih ada kerjaan buat kompilasi sabtu minggu…rutinitastastastas..
21.30
siap2 pulang…(berharap avin msh bangun dan tersenyum melihat ayahnya pulang….)
Ditulis dalam keseharian
aku jadi ingat waktu aku dan istriku di kudus saat idul fitri kemarin. saat kami lewat di jalan… (aku lupa namanya
) ada penjual lukisan bergambar pemandangan. kami pun langsung berhenti dan terlibat tawar menawar dengan penjualnya. maklum, sudah berhari-hari bahkan berbulan-bulan kami mencari lukisan semacam ini. dengan kualitas dan harga jauh dibawah galeri lukisan tentunya. namun sayang, harganya ternyata masih tidak cocok dengan kantung kami. dengan berat hati kami pun terpaksa tak jadi membelinya. dan sampai saat ini dinding rumah kontrakan kami masih kosong dari lukisan pemandangan yang (sangat) kami idam-idamkan..
Ditulis dalam Tidak terkategori